VI Forecasting adalah halaman utama untuk menjalankan proses analisis kebutuhan pengadaan obat. Di halaman ini, sistem menghitung estimasi kebutuhan produk berdasarkan data penjualan, stok, in-transit, koefisien musiman, koefisien promo, safety stock, minimal display, dan parameter produk lainnya. Hasil analisis ditampilkan dalam bentuk tabel yang dapat ditindaklanjuti menjadi List Obat Defecta atau PO Offline.
💡 Tips:
VI Forecasting adalah alat bantu pengambilan keputusan. Sistem memberikan rekomendasi pengadaan berdasarkan data, namun keputusan akhir tetap dilakukan oleh Anda sebagai pengguna.
Tampilan Halaman VI Forecasting #
Berikut adalah tampilan area filter dan tombol aksi pada halaman VI Forecasting:
Filter dan Input yang Tersedia #
Sebelum menjalankan proses forecast, Anda perlu mengisi input berikut:
- Pilihan Periode — Pilih jenis periode yang ingin digunakan, misalnya Berdasarkan Tanggal.
- Tanggal Awal — Tanggal awal data penjualan yang akan dianalisis.
- Tanggal Akhir — Tanggal akhir data penjualan yang akan dianalisis.
Tombol yang Tersedia #
Berikut adalah tombol-tombol yang tersedia beserta fungsinya:
- Proses — Menjalankan perhitungan forecast berdasarkan periode yang dipilih.
- Refresh — Memuat ulang data pada halaman.
- Ubah Stok Minimal Obat — Mengubah stok minimal obat berdasarkan Kebutuhan Pengadaan, Tombol aktif setelah Anda memilih minimal satu obat.
- Tambah List Obat Defecta — Menambahkan obat yang dipilih dari tabel ke daftar obat defecta. Tombol aktif setelah Anda memilih minimal satu obat.
- Lihat List Obat Defecta — Membuka daftar obat defecta yang sudah ada.
- Buat PO Offline — Membuat PO Offline dari obat yang dipilih. Tombol aktif setelah Anda memilih minimal satu obat.
- Cetak — Mencetak hasil forecast.
- Excel — Mengekspor hasil forecast ke file Excel.
Cara Menjalankan VI Forecasting #
- Buka menu VI Forecasting.
- Pilih jenis periode pada kolom Pilihan Periode, misalnya Berdasarkan Tanggal.
- Isi Tanggal Awal sesuai periode data yang ingin dianalisis.
- Isi Tanggal Akhir sesuai periode data yang ingin dianalisis.
- Klik tombol Proses.
- Tunggu sampai proses selesai.
- Periksa informasi Terakhir Diproses untuk memastikan data sudah diperbarui sesuai periode yang dipilih.
- Review hasil forecast pada tabel.
- Pilih satu atau beberapa obat yang ingin ditindaklanjuti dengan memberikan centang pada baris produk.
- Klik Tambah List Obat Defecta atau Buat PO Offline sesuai kebutuhan.
- Gunakan tombol Cetak atau Excel jika ingin menyimpan atau mencetak hasil forecast.
Tampilan Hasil Analisa VI Forecasting #
Setelah proses selesai, sistem menampilkan tabel hasil analisa secara lengkap seperti berikut:
Membaca Tabel Hasil VI Forecasting #
Tabel hasil VI Forecasting menampilkan data analisis produk secara detail. Berikut adalah penjelasan kolom-kolom penting yang perlu Anda pahami:
- Kode Obat / Nama Obat — Identitas produk.
- Mandatory — Menunjukkan apakah produk termasuk produk wajib.
- Spesial — Menunjukkan apakah produk termasuk produk khusus.
- Frekuensi — Jumlah frekuensi transaksi produk pada periode yang dipilih.
- Jumlah Terjual — Total kuantitas produk yang terjual.
- Kategori Pareto — Kategori produk berdasarkan kontribusi penjualan (misalnya Pareto A atau Pareto B).
- Kebutuhan Perhari — Estimasi kebutuhan produk per hari berdasarkan data penjualan.
- Koefisien Musiman — Faktor pengali akibat musim tertentu.
- Koefisien Promo — Faktor pengali akibat promo.
- Restock Grade — Prioritas restock produk.
- Kebutuhan Pengadaan — Jumlah kebutuhan berdasarkan hasil perhitungan forecast.
- Lead Time — Waktu tunggu pengadaan dalam hari.
- Safety Stock — Stok pengaman dalam hari.
- Min Display — Stok minimum yang harus tersedia di rak atau display.
- In Transit — Stok yang sudah dipesan atau sedang dalam perjalanan.
- Stok — Stok produk saat ini.
- Jumlah Pengadaan — Jumlah produk yang disarankan untuk diadakan setelah memperhitungkan stok, in-transit, dan minimal display.
- Jumlah PO / Satuan PO — Jumlah dan satuan pengadaan dalam PO.
- Rasio Sisa Stok — Rasio kecukupan stok terhadap kebutuhan.
- Nominal Pengadaan — Estimasi nilai pengadaan produk.
- Nama Supplier / Harga PO / Diskon PO — Data supplier dan harga berdasarkan pembelian terakhir.
- Status Pengadaan — Kondisi pengadaan produk, misalnya Over Stok atau Stok On Hand.
- Status Obat — Status khusus produk, misalnya Retur Pembelian 30 Hari.
- Tanggal Penjualan Terakhir — Tanggal terakhir produk terjual.
Rumus Jumlah Pengadaan #
Kolom Jumlah Pengadaan dihitung menggunakan rumus berikut:
Jumlah Pengadaan = Kebutuhan Pengadaan + Minimal Display − In Transit − Stok
Penjelasan:
- Jika hasilnya positif → produk masih membutuhkan pengadaan.
- Jika hasilnya nol → stok masih mencukupi.
- Jika hasilnya negatif → stok dan in-transit lebih besar dari kebutuhan. Produk umumnya tidak perlu dibeli ulang.
Contoh perhitungan:
- Kebutuhan Pengadaan: 9
- Minimal Display: 0
- In Transit: 60
- Stok: 114
Jumlah Pengadaan = 9 + 0 − 60 − 114 = −165
Artinya, produk tersebut tidak perlu dibeli ulang karena stok dan in-transit masih sangat mencukupi kebutuhan.
Memahami Status Produk #
- Over Stok — Stok produk lebih besar dibanding kebutuhan yang dihitung sistem. Sebaiknya tidak melakukan pembelian ulang kecuali ada pertimbangan khusus.
- Stok On Hand — Stok produk masih tersedia. Tetap periksa jumlah stok, kebutuhan pengadaan, dan rasio sisa stok sebelum mengambil keputusan.
- Retur Pembelian 30 Hari — Produk memiliki riwayat retur pembelian dalam 30 hari terakhir. Produk ini perlu diperiksa kembali sebelum direstock.
Menambahkan Obat ke List Obat Defecta #
Hasil forecast tidak otomatis masuk ke List Obat Defecta. Anda harus memilih obat terlebih dahulu dari tabel, lalu klik tombol Tambah List Obat Defecta.
- Jalankan proses forecast terlebih dahulu.
- Pilih satu atau beberapa obat pada tabel hasil forecast.
- Klik tombol Tambah List Obat Defecta.
- Ikuti proses lanjutan sesuai tampilan sistem.
Membuat PO Offline dari Hasil Forecast #
Hasil forecast tidak otomatis dibuatkan PO Offline. Anda harus memilih obat terlebih dahulu, lalu klik tombol Buat PO Offline.
- Jalankan proses forecast terlebih dahulu.
- Pilih satu atau beberapa obat yang ingin dibuatkan PO dari tabel hasil forecast.
- Klik tombol Buat PO Offline.
- Periksa data obat, jumlah PO, satuan PO, harga, dan supplier.
- Lanjutkan proses sesuai alur PO Offline di sistem.
⚠️ Catatan Penting:
Data Nama Supplier, Harga PO, dan Diskon PO yang tampil pada hasil VI Forecasting berasal dari data pembelian terakhir. Selalu periksa kembali data supplier dan harga sebelum membuat PO Offline untuk memastikan keakuratannya.
💡 Tips:
Akurasi hasil VI Forecasting sangat bergantung pada kualitas data. Pastikan data stok, penjualan, pembelian, supplier, harga, satuan, koefisien promo, dan koefisien musiman sudah lengkap dan benar sebelum menjalankan proses forecast.







