Indikator Kebocoran Pelanggan berfokus pada pembangunan loyalitas dan Retensi Pelanggan untuk meningkatkan pendapatan jangka panjang.
Analisis Retensi dan Loyalitas Pelanggan #
| Masalah Ditemukan | Analisis Data VI | Tindak Lanjut yang Harus Dilakukan |
|---|---|---|
| Repeat Order Rendah | Hanya 2% pelanggan yang *repeat order* dalam 1 bulan (4 pelanggan). | Fokus Peningkatan Retensi: Targetkan pelanggan *Prospek* dan *Potensial* untuk mengonversi mereka menjadi *Loyal*. |

| Input Data Pelanggan | Target 50 pelanggan baru/hari, tetapi rata-rata input: 0 pelanggan (Di bawah target). | Disiplin Input Data: VI memaksa disiplin mencatat data setiap transaksi. Tanpa data, program loyalitas tidak dapat berjalan efektif. |

| Membership Belum Optimal | Jumlah member hanya 8.88% dari total pelanggan. | Promosikan Membership: Dorong pendaftaran member. Poin yang belum ditukar adalah peluang untuk mendorong *repeat order*. |

Peningkatan Nilai Pelanggan (Lifetime Value) #

| Metrik yang Diaudit | Analisis Data VI | Strategi Peningkatan Omzet |
|---|---|---|
| Total Belanja per Pelanggan (LTV) | Rp 264.841 (Turun 39% dari bulan lalu). | Tingkatkan LTV: Fokus pada kampanye retensi untuk member/loyal agar mereka berbelanja lebih banyak dan lebih sering. |
| Total Belanja per Transaksi (ATV) | Rp 280.761 (Naik 106% dari bulan lalu). | Strategi *Upselling*: Untuk menaikkan omset 10%, fokus pada *training* pegawai agar menawarkan item tambahan senilai Rp28.076 pada setiap transaksi. |
Optimalisasi WhatsApp Marketing #
Pengaturan WA Marketing #
- Status WA Marketing: Belum aktif.
- Status Auto Kirim Struk WA: Sudah aktif.
Tindakan: Segera Aktifkan WA Marketing. Anda memiliki 103 nomor WA yang terdaftar. Tanpa WA Marketing, Anda kehilangan alat komunikasi otomatis yang vital untuk kampanye retensi.
