Fee Dokter Klinik, Sudahkah Anda hitung dengan Benar?

VMEDIS - Fee Dokter Klinik, Sudahkah Anda Menghitungnya dengan Benar

Fee Dokter Klinik – Dokter yang praktek di klinik tentu memiliki beberapa perbedaan dengan dokter yang praktek di rumah sakit. Salah satu perbedaan yang paling jelas bisa dilihat dari fee yang diberikan. Meski klinik tidak sebesar rumah sakit, namun perhitungan untuk fee dokter pun cukup rumit. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar tidak salah memberikan fee kepada dokter. Berikut ini beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum menentukan fee untuk dokter klinik.

Status dokter

Pertimbangan pertama saat Anda harus menghitung fee untuk dokter klinik adalah status dokter. Perhatikan apakah dokter tersebut merupakan dokter tetap atau dokter jaga di klinik. Dokter tetap merupakan dokter in-house di klinik Anda dan memiliki jadwal praktek tetap. Sedangkan dokter jaga memiliki jadwal tersendiri namun harus tetap siap untuk dihubungi saat klinik membutuhkan jasanya.

Dokter tetap akan bertugas di poli. Misalnya dokter dengan spesialisasi anak akan bertugas di poli anak, sedangkan dokter internis akan bertugas di poli penyakit dalam. Sedangkan dokter jaga selalu stand by di klinik, biasanya mulai klinik buka hingga tutup. Namun, jadwalnya bisa dibuat shift menyesuaikan jumlah dokter yang ada.

Fee untuk dua status dokter ini tentu berbeda. Jika dilihat secara umum, dokter tetap akan memiliki fee yang lebih besar dibanding dokter jaga. Ini karena dokter tetap mendapatkan gaji yang tetap dari klinik. Sedangkan dokter jaga dibayar setiap kali bertugas. Selain itu, ada juga fee untuk penanganan pasien (dihitung tiap pasien), visite pasien, dan pasien rawat inap.

Jumlah pasien yang ditangani

Selain status dokter, jumlah pasien yang ditangani oleh seorang dokter ternyata juga akan mempengaruhi jumlah fee yang diberikan. Semakin banyak pasien yang ditangani maka semakin banyak juga fee yang akan didapat. Kebanyakan klinik akan memberikan 40% keuntungan dari pasien untuk diberikan kepada dokter (hal ini tergantung kebijakan masing-masing klinik).

Visite pasien dan pasien rawat inap juga mempengaruhi fee yang diberikan kepada dokter klinik. Keduanya bisa dilakukan oleh dokter tetap dan dokter jaga. Namun, jumlahnya bisa berbeda antara satu klinik dengan lainnya. Jumlah yang diberikan antara dokter tetap dan dokter jaga pun bisa berbeda tergantung kesepakatan pihak klinik dengan dokter.

Tindakan yang diambil dokter

Saat akan menghitung fee untuk dokter, Anda juga harus memperhatikan jenis tindakan atau prosedur apa saja yang diambil dokter untuk menangani pasien. Setiap tindakan atau prosedur yang diambil tentu menggunakan peralatan yang berbeda-beda. Tindakan pemasangan cateter misalnya, akan memerlukan peralatan yang berbeda dari tindakan rawat luka. Jadi fee-nya tiap tindakan yang diambil pun berbeda-beda.

Sama seperti jumlah pasien, kebanyakan klinik akan memberikan 40% keuntungan sebagai fee dokter. Namun jumlah ini tidak menentu, tergantung kebijakan klinik dan tentunya perjanjian antara dokter dengan pihak klinik. Agar tidak menjadi masalah, pastikan untuk membuat kebijakan dan aturan yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan.

Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan saat menghitung fee untuk dokter di klinik. Banyaknya hal yang harus dipertimbangkan inilah yang kemudian membuat Anda salah melakukan perhitungan.

Untuk menghindari kesalahan tersebut, Anda bisa menjadikan poin-poin yang telah dibahas dalam artikel ini sebagai referensi saat menghitungnya. Ingin lebih mudah lagi? Anda bisa menggunakan aplikasi Klinik Vmedis untuk membantu menghitung fee dokter dengan cepat dan tentunya mudah.

Share