fbpx

Bagaimana Alur Pelayanan Resep di Apotek yang Tepat?

Bagaimana Alur Pelayanan Resep di Apotek yang Tepat

Alur pelayanan resep di apotek tidak sama dengan toko obat. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009, toko obat hanya boleh menjual obat bebas dan bebas terbatas untuk penjualan secara ecer. 

Sementara apotek merupakan tempat yang memungkinkan kamu untuk mendapatkan pelayanan kefarmasian oleh apoteker. 

Bagaimana Alur Pelayanan Resep di Apotek?

Perlu kamu ketahui, bahwa pelayanan farmasi klinik apotek merupakan bagian dari Pelayanan Kefarmasian yang langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan Alat Kesehatan, Bahan Medis Habis Pakai, dan Sediaan Farmasi. Lantas, bagaimana alur pelayanan resep di apotek?

1. Resep Datang

Ketika berada di apotek dan melihat ada pasien yang membawa resep datang. Maka, pihak apotek akan menyambut pasien dan mempersilahkan pasien untuk menunggu beberapa saat. 

2. Skrining Resep

Setelah resep datang, pihak front office akan memberikan resep tersebut kepada petugas skrining resep untuk segera melakukan skrining resep. 

Skrining resep ini antara lain adalah skrining administratif, skrining farmasetis, dan skrining klinis. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah penjelasan dari masing-masing jenis skrining resep tersebut. 

 

  • Skrining Administratif 

Tujuan dari skrining ini adalah untuk menghindari kesalahan penulisan resep maupun pemalsuan resep. Hal yang dianalisis dalam alur pelayanan resep di apotek ini adalah sebagai berikut:

  • Ada atau tidaknya nama, SIP, dan alamat dokter. 
  • Benar dan salahnya nama obat. 
  • Logis tidaknya tanggal penulisan resep. 
  • Ada tidaknya tanda tangan dokter penulis resep. 
  • Sesuai tidaknya potensi obat, dosis, dan jumlah yang diminta. 
  • Jelas atau tidaknya cara pemakaian untuk pasien.

 

  • Skrining Farmasetis

Tujuan dari skrining ini adalah untuk menyesuaikan dengan kondisi pasiennya. Mulai dari:

  • Stabilitas. 
  • Inkompatibilitas. 
  • Dosis. 
  • Bentuk sediaan. 
  • Potensi obat. 
  • Cara dan lama pemberian obat. 

  • Skrining Klinis 

Setelah skrining administratif dan skrining farmasetis dilakukan. Maka, alur pelayanan resep di apotek selanjutnya adalah skrining klinis. Berikut ini adalah beberapa hal yang ada dalam skrining klinis: 

  • Ada atau tidaknya alergi atau efek samping dari obat. 
  • Kesesuaian dari dosis hingga jumlah obat. 
  • Cara pemakaian, penyimpanan, dan jangka waktu dari obat. 
  • Kegiatan, minuman, dan makanan yang wajib dihindari selama terapi. 

Sebagai catatan, apabila tahapan skrining ini bermasalah. Maka, kamu harus bisa mencari solusinya, lalu memberikan solusi tersebut kepada dokter. 

3. Pemberian Harga

Apabila pasien sudah menyetujui harga yang kamu berikan, maka kamu bisa segera mempersiapkan peracikan obat. 

Namun, permasalahan yang terjadi adalah apabila pasien sedikit keberatan dengan harga tersebut. Untuk itu, sebagai jalan keluarnya adalah kamu bisa mengajukan obat alternatif dengan jenis, jumlah, dan harga yang sesuai dengan kemampuan pasien. 

Hal inilah yang kemudian memunculkan copy resep. Dengan adanya copy resep ini, maka pasien bisa menebus setengah obatnya terlebih dahulu, jika belum memiliki biaya yang cukup. Selain itu, hal ini jugalah yang menyebabkan adanya penggantian obat paten menjadi obat generik. 

4. Peracikan Obat

Alur pelayanan resep di apotek selanjutnya adalah peracikan obat. Tahapan yang dilakukan adalah peracikan obat dan penyerahan obat ke pasien. Orang yang melakukan tahapan ini tidak harus seorang apoteker, bisa tenaga ahli kesehatan atau tenaga terlatih lainnya. 

Dalam proses peracikan, biasanya dilakukan penimbangan obat, pencampuran obat apabila perlu, kemudian pengemasan. 

Tahap selanjutnya adalah pemberian etiket. Perlu kamu ketahui, bahwa pada tahap ini harus jelas prosedurnya. Ada protap yang harus kamu perhatikan dan tahap-tahap kritikalnya, seperti dosis harus tepat hingga pencampuran yang harus tepat. 

Selain itu, etiket juga harus jelas dan pengemasan harus rapi untuk menjaga kualitas dari obat tersebut. 

Setelah semua tahapan dilalui, maka kamu bisa mulai pada tahap selanjutnya, yakni pemberian informasi yang benar dan jelas. Terakhir, kamu juga harus memberikan monitoring penggunaan obat, khususnya untuk pasien yang memiliki penyakit kronis. 

Mau Bikin resep jadi lebih mudah?

Agar penjualan resep ke pelanggan tidak berlangsung lama, maka anda perlu gunakan aplikasi apotek. Salah satu yang terbaik sekarang tentu adalah Vmedis. Dengan vmedis, penjualan obat resep jadi lebih mudah, Tinggal klik – klik saja. Transaksi obat resep sudah bisa dilakukan.

Mau coba Aplikasinya?
Klik vmedis.com/demo untuk Coba Aplikasinya GRATIS!

//
Kami ada untuk membantu Anda, silakan tanya apa saja!
? Hi, ada yang ingin ditanyakan tentang aplikasi kami?