Bagaimana Distribusi Obat di Apotek Dapat Menjaga Kualitas Obat

Distribusi Obat di Apotek

Hai Sobat Vmedis! Tahu tidak sih kalau distribusi obat di Apotek merupakan proses penting demi menjaga keamanan, kualitas dan juga efikasi suatu obat? Ketika Sobat Vmedis lagi sakit dan kurang enak badan, tentu saja tempat pertama yang kalian tuju adalah Apotek. Kalian akan membeli obat – obatan yang bisa membantu Sobat Vmedis sembuh secepatnya. 

Jika memakai obat yang mutu nya tidak terjamin tentu saja Sobat Vmedis bisa terhambat penyembuhannya bahkan semakin lama sakitnya. 

Oleh karena itu sangat perlu adanya pendistribusian yang baik dari Apotek itu sendiri nih Sobat Vmedis. Pada tahap pembuatan obat pemerintah sudah mengatur dan membuat buku pedoman tentang Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). 

Memuat tentang bagaimana obat dapat memenuhi kriteria safety, efficacy dan quality. Pada distribusinya pemerintah juga sudah membuatnya buku panduannya dan aturannya loh mengenai pendistribusian obat ini. Panduan ini bernama Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB).

Apa saja sih hal yang cukup krusial dalam pendistribusian obat di Apotek?

Alur Distribusi Obat di Apotek

Untuk menjaga kualitas dari obat tersebut ketika sampai pada konsumen harus ada distribusi obat di Apotek yang baik juga. Dalam jalur pendistribusian ini meliputi beberapa hal seperti pengadaan, penyimpanan dan penyaluran obat dari produsen hingga konsumen. 

1. Pengadaan

Proses pertama yang dilakukan dalam distribusi obat adalah pengadaan. Pengadaan yang dilakukan oleh produsen obat ini, mereka harus melakukan uji coba atau memberikan sampel untuk obat – obat yang rawan dipalsukan. 

Tujuannya agar bisa mengontrol dan tetap menjaga keaslian dan mutu obat itu. Hal ini agar obat yang sampai di tangan para konsumen dapat berguna sebagaimana mestinya.

2. Penyimpanan

Nah, dalam distribusinya, obat – obat ini juga harus ada di tempat yang tersimpan dengan baik. Harus mengacu pada instruksi yang ada pada obat, berada pada ruangan seperti apa dan dengan suhu yang seberapa tinggi. 

Obat – obat ini juga tidak bisa tercampur satu dengan yang lainnya Untuk menghindari kesalahan serta kestabilan obat – obatan. Hal ini juga demi menghindari dari tercampurnya obat – obat dengan bentuk dan jenis yang berbeda. Untuk menghindari kontaminasi satu dengan yang lainnya.

3. Penyaluran Obat dari Produsen Hingga Konsumen

Sobat Vmedis, ini bagian yang paling penting dari alur distribusi obat di Apotek. Pada proses penyaluran obat dari produsen ke Apotek ini harus memenuhi standard – standard dari CDOB. 

Standard ini memuat tentang pengiriman yang memerlukan berbagai surat – menyurat. Sebagai pembuktian bahwa obat – obatan yang terkirim sudah melalui proses kualifikasi yang panjang sehingga layak untuk dikirim. 

Jika terjadi kerusakan pada saat pengiriman, maka obat – obat tersebut boleh sampai kepada para konsumen. Apotek harus mengambalikannya kepada produsen yang membuat obat tersebut.

Tanggung Jawab Para Pekerja Apotek

Pendistribusian obat di Apotek ini juga menjadi tanggung jawab para pekerjanya. Para pekerja di Apotek ini harus paham apa prinsip – prinsip dalam CDOB dan memenuhi standar. Lalu bisa terjual bebas untuk konsumen. 

CDOB yang menetapkan standar distribusi obat di Apotek ini dapat memastikan bahwa obat yang akan konsumsi memiliki mutu yang terjamin. Pendistribusian obat ini melalui proses pengawasan oleh pemerintah. 

Jadi tidak perlu takut lagi untuk membeli obat di Apotek. Apalagi sekarang sudah tersedia Software Apotek terbaik di Indonesia yang membantu mempermudah pembelian bagi para konsumen. 

Selain sudah teruji aman pembelian obat ini menjadi mudah dan praktis! So don’t worry and stay healthy ya Sobat Vmedis!

WeCreativez WhatsApp Support
Kami ada untuk membantu Anda, silakan tanya apa saja!
👋 Hi, ada yang ingin ditanyakan tentang aplikasi kami?