Site icon Vmedis.com : Software Apotek dan Klinik TERBAIK No. 1 di Indonesia

Pelayanan Farmasi Klinik: Pengertian dan Macam Pelayanannya

Pelayanan Farmasi Klinik

Dalam dunia kesehatan, pelayanan farmasi klinik pada masa ini memiliki peran yang penting bagi masyarakat. Bukan hanya soal meracik obat, tetapi kegiatan pasien pasca pemberian obat perlu sekali mendapat perhatian.  Oleh karena itu, muncullah pelayanan kefarmasian yang akhirnya berorientasi pada kepentingan pasien.

Namun apakah itu sebenarnya pelayanan farmasi klinik? Pada batasan mana saja tindakan yang termasuk ke dalamnya? Sobat Vmedis bisa lanjut baca sampai habis kalau masih penasaran.

Apa itu Pelayanan Farmasi Klinik?

Adanya praktek kefarmasian di Indonesia tertera pada UU 36 pasal 108 tahun 2009 tentang Kesehatan. Pembuatan termasuk pengendalian sebuah mutu kefarmasian, pengamanan, pengadaan, penyimpanan serta pendistribusian atau penyaluran obat-obatan merupakan bagian kegiatan kefarmasian.

Ada juga pengelolaan obat, pelayanan obat atas resep dokter,serta pengembangan sebuah obat, bahan serta jamu. Dengan demikian Sobat Vmedis, pelayanan farmasi klinik belum menjadi bagian dari praktik kefarmasian secara legal di Indonesia.

Secara umum pelayanan yang satu ini tidak lain dari pelayanan sediaan farmasi yang berpusat pada seorang individu atau person centered-care. 

Apoteker memegang peranan penting secara individu yang mandiri maupun bersama tenaga medis atau tenaga kesehatan lainnya untuk memaksimalkan keluaran hasil terapi farmasii untuk pasien.

Kegiatan Pelayanan untuk Farmasi Klinik

Sobat Vmedis, pelayanan yang satu ini terbilang baru. Namun, sangat masif gaungnya di masyarakat Indonesia. Untuk mendapatkannya Sobat Vmedis bisa coba pantau informasinya pada Software Apotek yang tersedia atau coba juga memanfaatkan aplikasi Vmedis. 

Ada dua kegiatan pelayanan yang biasa akan Sobat temui, antara lain sebagai berikut :

1. Pengkajian dan Pelayanan Resep

Seorang apoteker dalam pelayanan farmasi klinis akan melakukan pengkajian resep yang tujuannya adalah menganalisa beberapa masalah terkait obat. Jika sebuah komposisi obat terdapat masalah, maka perlu konsultasi kepada dokter yang menulis resep.

Di dalam kegiatan ini, ada dua hal yang akan seorang apoteker lakukan. Pertama dispensing sediaan steril untuk pencampuran obat suntik, sitostatik serta penyiapan nutrisi parenteral. Hal ini berguna untuk memastikan sterilnya setiap obat dan alat yang akan pasien gunakan untuk menunjang kesembuhan. 

Kedua, pelayanan untuk dispensing sediaan radiofarmasi,yang biasanya tujuannya untuk kegiatan farmasi yang berdasarkan order/permintaan dari penulis resep tenaga medis dokter atau dokter gigi.

2. Pelayanan untuk Pemantauan Terapi Obat (PTO)

Sobat Vmedis, pada pelayanan yang satu ini akan ada beberapa kegiatan yang apoteker lakukan. Tujuan setiap kegiatan adalah untuk memastikan terapi obat yang aman, efektif dan juga rasional untuk setiap pasien.

Adapun kegiatan pelayanan farmasi klinik di dalamnya mencangkup monitoring efek samping obat (MESO), rekonsiliasi obat, dan penelusuran riwayat penggunaan obat. 

Ada juga kegiatan konseling oleh apoteker kepada penerima obat, visite atau kunjungan ke pasien pemakai obat, evaluasi pemakaian obat, serta pemantauan kadar obat dalam darah bagi pasien yang sudah mengkonsumsi obat sesuai anjuran resep dokter.

Pentingnya Pelayanan Farmasi Klinik

Banyak kan Sobat Vmedis kegiatan yang termasuk dalam pelayanan farmasi klinik. Semua itu sangat penting, terutama bagi pasien. Ini karena pencegahan agar tidak terjadi efek samping penggunaan obat pada pasien bisa Sobat Vmedis ketahui jika ada pelayanan yang satu ini. 

Pengen tahu lebih jauh lagi hal-hal medis seperti ini, yuk kunjungi Software Apotek Vmedis. Disini memuat informasi lengkap seputar apotek yang mungkin kamu perlukan. Selamat mencoba!

Exit mobile version