Membuat Daftar Obat Kedaluwarsa Otomatis Dengan Aplikasi Apotek

Obat Kadaluwarsa

Obat Kedaluwarsa apabila dikonsumsi, tidak menyembuhkan penyakit malah membuat sakit. Tidak hanya konsumen yang perlu waspada dalam membeli obat terkait status kedaluwarsanya, namun juga bisnis apotek sebagai penjual obat.

Bila Anda tidak menginginkan pelanggan kecewa atas layanan dan kualitas obat yang Anda sediakan, penting bagi Anda untuk membuat daftarnya. Kabar baiknya, Anda bisa menggunakan aplikasi apotek untuk melakukannya secara otomatis. Simak informasinya di bawah ini!

Apa itu tanggal kedaluwarsa ?

Tanggal kedaluwarsa merupakan tanggal terakhir penggunaan untuk produk obat. Anda biasanya dianjurkan mengonsumsi obat sebelum tanggal tersebut untuk menjamin obat tersebut bisa memberikan Anda potensi yang aman dan optimal.

Umumnya, ini bisa Anda lihat atau tertera pada label obat. Tanggal tersebut tersedia tidak hanya bagi obat bebas, namun juga bagi obat-obat yang diresepkan, suplemen makan, bahkan obat-obatan herbal. Umumnya, tanggal kedaluwarsa obat yang masih tersegel adalah 12 – 60 bulan setelah produksi.

Perlu Anda ketahui, tanggal kedaluwarsa yang tertera pada obat yang sudah dibuka tidak valid lagi. Itu juga yang membuat beberapa produsen obat mencantumkan informasi mengenai batas waktu maksimal penggunaan obat yang sudah dibuka.

Meskipun beberapa penelitian menunjukkan kerja obat masih cukup baik kendati telah melewati tanggal obat kadaluwarsa, sebaiknya Anda lebih berhati-hati agar konsumsi obat tidak menyebabkan penyakit yang tidak diharapkan. Konsumsilah selalu obat sebelum tanggal kedaluwarsanya agar lebih aman bagai kesehatan Anda.

Apa saja obat kedaluwarsa yang tidak boleh digunakan?

Memang benar, ada sejumlah produk obat yang bertahan lebih lama dibanding tanggal kedaluwarsanya. Penelitian Badan Makanan dan Obat-obatan Amerika (FDA) bahkan menunjukkan 88% obat-obatan yang telah melewati tanggal kedaluwarsa ternyata masih mempunyai potensi yang stabil. Namun, ada beberapa jenis obat kedaluwarsa yang tidak boleh digunakan sama sekali. Salah satunya adalah sunscreen. Sunscreen yang telah kedaluwarsa dapat menyebabkan kanker kulit.

Selain sunscreen, ada beberapa produk lain yang tidak boleh Anda gunakan jika sudah melewati tanggal kedaluwarsa. Mulai dari obat kumur yang dapat menyebabkan pertubuhan bakteri, krim atau salep karena memiliki zat aktif yang mulai menghilang seteleh lewat tanggalnya, pasta gigi yang tidak memberikan perlindungan karena efektivitas kandungan fluorida di dalamnya menghilang, hingga obat tetes mata yang mudah terkontaminasi bakteri.

Bagaimana aplikasi apotek dapat membuat daftar obat kedaluwarsa otomatis?

Nah, agar bisnis apotek Anda dapat membuat daftarnya otomatis, Anda patut mempertimbangkan penggunaan aplikasi apotek seperti Vmedis. Program aplikasi Vmedis akan menghindarkan Anda dari kesulitan dalam melakukan transaksi penjualan obat. Berbagai keperluan yang berhubungan dengan apotek akan menjadi lebih mudah karena Vmedis menawarkan Anda sejumlah fitur yang akan membuat bisnis aptoek Anda berjalan lebih baik.

Salah satu fitur Vmedis yang dapat membantu Anda membuat daftarnya otomatis adalah menu laporan obat kedaluwarsa. Salah satu menu dalam aplikasi apotek ini sangat penting karena obat yang terdapat di apotek jumlah sangat banyak, dan selalu ada kemungkinan karyawan apotek Anda lupa untuk melakukan pengecekan ataupun tidak teliti dan menyadari bahwa ada obat yang sudah lewat masa kelayakan pemakaiannya atau sudah expired.

Oleh karena itu, jika Anda menggunakan aplikasi apotek Vmedis, Anda tidak perlu lagi khawatir mengenai obat expired. Vmedis menawarkan Anda kemudahan membuat data obat yang di-input dalam sistem aplikasi. Apabila ada obat yang telah expired, sistem Vmedis akan memberikan peringatan pada user yang bertugas. Peringatan tersebut tentu sangat membantu mengingat obat bisa segera ditarik dan akhirnya tidak sampai pada tangan customer dan menyebabkan masalah.

 

Share