Kebocoran – Kebocoran pada Manajemen Stok Obat di Apotek

Manajemen Stok Obat

Apa sih kebocoran stok obat itu? apa indikasi dan penyebabnya? Hal ini sering dibahas di komunitas – komunitas farmasi. Bahkan juga dijadikan materi di sebuah seminar. Untuk itu pada kesempatan kali ini, saya akan bahas hal tersebut dibawah, jadi baca sampai habis ya…

Pertama, tidak punya catatan riwayat kluar masuk stok,

Pokoknya jualan saja, tahu-tahu banyak obat yang hilang, tahu-tahu banyak
obat yang kayaknya baru kemarin beli deh, tapi sekarang sudah habis. Nah seperti itu karena tidak punya riwayat keluar masuk stok.

Kedua, stok opname harus tutup apotek

nah ini juga kebocoran kenapa, karena berarti anda membocorkan omset harusnya hari itu ada omset. Tarulah
sehari anda dapet 5 juta tapi tutup karena harus stok opname. Nah inikan berarti anda sudah bocor 5 juta hari itu. Bayangkan kalau stok opname ini terjadi 2 hari, berarti kan 10 juta, kalau 3 hari 15 juta, bayangkan. Jadi stok opname harus tutup apotek ini kebocoran jangan bangga, itu padahal sebuah kebocoran.

Ketiga, stok opname selisih terus, nah ini berarti ada yang bocor.

Selisih stok opname ini, banyak sekali penyebabnya, pertama adalah bisa jadi pada saat input pembelian ya, saya asumsikan bahwa anda sudah pakai aplikasi, kalau manual ya ga usah dibahas. Karena pasti banyak selisih, nah ini yang saya bahas adalah ketika anda sudah pakai software / aplikasi. Kalau selisih stok opname selisih  Terus, maka bisa jadi pada saat input pembelian tidak dicek barang fisik, itu yang pertama. Kedua ada penjualan yang tidak diinput, yang ketiga ada penjualan yang salah input jumlah, yang keempat adalah pembelian yang salah input jumlah juga. Jadi ini adalah beberapa penyebab stok opname selisih terus, nah itu bagaimana solusinya nanti kita akan bahas.

Keempat, ini ada banyak stok obat yang tidak bergerak,

nah ini juga kebocoran stok ya bapak ibu. Taruhlah stok obat yang tidak bergerak tersebut nilainya 10 juta. Masa iya anda mau bayar gaji karyawan pakai stok obat, kan ga mungkin. Bayangkan kalau 10 juta itu bergerak, 10 juta ini jadi omset. Maka anda bisa membayar gaji pegawai dengan enteng, anda bisa membayar bank dengan enteng, anda bisa membayar tagihan – tagihan lain dengan enteng, kan tidak mungkin juga anda bayar listrik pakai obat.

“Pak, ini saya bayar listrik saya 1 juta pakai Bodrex”, kan ga mungkin. Jadi stok obat tidak bergerak itu bocor, jangan terlena, jangan bangga, karena apa? karena tidak bergerak itu akan jadi ED. Rugi nggak? Rugi.

Kelima, jumlah obat tidak sesuai omset, terlalu banyak varian

Jadi begini, anda apotek yang baru buka, saya asumsikan apotek yang baru buka, apotek anda baru buka itu sudah jor joran, ada 1000 jenis item, nah itu padahal anda omset anda baru berapa. Atau taruhlah apotek yang sudah 3 – 5 tahun jalan, anda obatnya ada 1000 item, tapi tidak sesuai dengan omset, tidak sesuai dengan kebutuhan pasar yang ada dilingkungan anda. Itu juga bocor, karena apa berarti dari obat yang tidak sesuai omset ini, juga akan mengakibatkan obat yang tidak bergerak. Jadi ya expired tadi.

Lalu bagaimana solusinya untuk mengatasi kebocoran – kebocoran tersebut? Solusinya bisa anda simak di artikel selanjutnya …

Dan kalau anda ingin langsung mendengarkan dan berdiskusi tentang kebocoran2 ini, anda bisa mengikuti KURSUS JURUS ANTI BOCOR di : https://belajar.vmedis.com/kursus/jurus-anti-bocor-di-apotek-dan-klinik/ atau langsung menghubungi nomor tim support kami di 081245712002

 

WeCreativez WhatsApp Support
Kami ada untuk membantu Anda, silakan tanya apa saja!
👋 Hi, ada yang ingin ditanyakan tentang aplikasi kami?