Amankan Database Pasien Anda dengan Aplikasi Klinik

Database Pasien

Database pasien merupakan aset yang sangat berharga bagi sebuah klinik. Oleh karenanya, database pasien ini harus dilindungi dengan baik demi lancarnya operasional klinik dan pelayanan terhadap pasien. Di era perkembangan teknologi seperti sekarang, menyimpan database pasien bisa dilakukan secara online melalui aplikasi klinik. Lantas, timbul pertanyaan apakah penyimpanan database pasien tersebut aman? Berikut ulasannya yang perlu untuk Anda ketahui sebagai pemilik maupun pengelola klinik.

Terenksripsi dengan baik

Pihak pengelola klinik dan dokter tidak perlu merasa khawatir maupun cemas dengan keamanan database pasien melalui aplikasi klinik. Selain dilengkapi fitur Disaster Recovery Center (DRC) dalam aplikasi klinik biasanya juga dilengkapi dengan sebuah enkripsi tertentu ketika memasukkan data pada sebuah aplikasi.

Enkripsi tersebut merupakan metode dengan menggunakan kode data sedemikian rupa. Sehingga keamanan informasi lebih terjamin dengan baik. Manfaat dari adanya enkripsi ini adalah dapat menyediakan autentikasi dan perlindungan algoritma.

Selain itu, penggunaan enkripsi dalam database pada aplikasi klinik juga untuk menanggulangi tindakan pencurian data yang dapat merugikan kedua pihak. Termasuk menanggulangi penyadapan email serta data diri lainnya oleh pihak tidak bertanggung jawab. Hal ini karena dengan enkripsi dapat dilakukan penguncian data secara otomatis dan hanya pemegang kunci enkripsi tersebutlah yang dapat membukanya.

Lebih aman dibanding database konvensional

Menyimpan atau menggunakan database berbasis aplikasi klinik online akan lebih aman bila dibandingkan database konvensional dalam bentuk fisik. Meskipun perkembangan telah berubah, namun beberapa klinik masih menerapkan cara konvensional ini. Klinik tersebut menyimpan database pada kertas maupun dokumen secara fisik yang disimpan dalam media penyimpanan tertentu seperti lemari besi dan atau ruangan lainnya.

Akan tetapi, cara seperti ini memang cukup riskan terhadap kerusakan dan kehilangan data. Semisalnya saja kelembaban suhu udara secara perlahan akan membuat dokumen menjadi rusak dan bila terjadi bencana seperti kebakaran maka tidak ada back up data. Hal tersebut akan berbeda bila Anda menyimpan database pasien dengan menggunakan aplikasi klinik.

Dalam aplikasi klinik, biasanya juga dilengkapi dengan fitur Disaster Recovery Center (DRC). Fitur inilah yang mampu menyimpan database cadangan pasien dengan baik. Jadi, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti dijelaskan di atas data pasien masih tersimpan dengan baik.

Akurasi data pasien semakin tinggi

Keamanan menyimpan database pasien menggunakan aplikasi klinik juga dinilai bisa meningkatkan akurasi para dokter maupun petugas klinik dalam memilah data pasien. Database pasien yang menggunakan cara konvensional sangatlah rentan terjadi kekeliruan yang disebabkan oleh human error. Misalnya, akibat kelalaian dalam mengidentifikasi data pasien, sehingga kesalahan pun tidak bisa dihindari. Apabila ini terjadi bisa merugikan pasien, terlebih ketika akan melakukan sebuah tindakan medis lanjutan.

Lain halnya bila sebuah klinik menggunakan aplikasi klinik, keamanan akan terjaga dan semua proses pengelolaan data dilakukan secara otomatis. Dengan demikian, tingkat akurasi data pasien pun semakin tinggi. Dengan begitu, pihak pengelola klinik mudah untuk memberikan penanganan yang tepat.

Dari ulasan di atas maka bisa disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi klinik untuk menyimpan  database pasien sangatlah aman. Meski begitu pihak klinik juga harus selalu mengecekan atau maintenance agar penggunaannya semakin optimal secara berkala. Selain itu, sebagai pemilik klinik penting bagi Anda untuk memilih aplikasi klinik terbaik dan terpercaya di Indonesia seperti aplikasi klinik dari Vmedis.

 

Share