Fungsi Sebenarnya Salinan Resep Obat Dokter !

Salinan Resep Dokter

Secara sederhana, salinan resep obat dokter adalah copy resep obat asli yang dibuat oleh apoteker dengan memuat informasi yang sama persis dengan resep asli. Salinan resep obat biasanya berisi informasi tentang apotek, pasien, nama dokter penulis resep. Tanggal penulisan resep, keterangan obat seperti detur dan ne detur. Karena memiliki informasi yang sama persis dengan resep obat asli. Tak jarang banyak yang mengira bahwa salinan resep bisa sembarangan digunakan untuk menebus obat.

Padahal, tidak semua salinan resep obat bisa berfungsi demikian. Simak fungsi yang sebenarnya dari salinan resep obat agar Anda tidak salah dalam menggunakannya!

Menebus obat yang memang diresepkan berulang

Pada beberapa kasus, salinan resep obat bisa dimanfaatkan untuk mengambil resep yang sama hanya jika ada keteranganiter yang terletak di sisi kiri atas. Namun bukan berarti pasien bisa menggunakannya secara berulang-ulang. Biasanya iter hanya digunakan untuk penebusan obat yang sama selama dua kali. Pada salinan resep obat akan tertulis iter 2X. Itu berarti pasien bisa menggunakan salinan tersebut untuk dua kali penebusan obat. Setelah melakukan pembelian dengan menggunakan resep obat yang asli.

Keterangan iter ini ditulis oleh dokter yang membuat resep asli. Biasanya, resep yang ada keterangan iter adalah obat yang digunakan untuk penyembuhan jangka panjang sehingga pasien harus mengonsumsinya dalam jangka waktu tertentu. Apoteker bertugas untuk membuat kopi resep dengan mencantumkan iter. Dengan begitu, pasien bisa menggunakan salinan resep obat untuk mendapat obat yang sama ketika menggunakan resep obat asli.

Menebus obat yang belum diambil

Apoteker biasanya menuliskan salinan resep obat asli dari dokter ketika pasien tersebut hanya mengambil separuh jatah obat yang seharusnys ditebus. Banyak faktor yang menyebabkan pasien hanya menebus separuh dari yang diresepkan. Biasanya karena obat terlalu mahal sehingga pasien belum mampu menebus semuanya. Di lain waktu ketika pasien sudah memiliki cukup uang, ia bisa menggunakan salinan resep untuk menebus sisa obat.

Penggunaan salinan resep obat yang masih salah

Pada praktiknya, masih banyak orang yang salah dalam menggunakan salinan resep obat. Kebanyakan mengira bahwa salinan resep obat ini bisa digunakan untuk membeli obat yang sama ketika mengalami gejala sakit yang sama. Daripada pergi ke dokter dan harus mengeluarkan biaya jasa, lebih baik menggunakan salinan resep yang pernah diberikan untuk membeli obat.

Ada juga yang beranggapan bahwa obat yang diresepkan bisa digunakan oleh semua umur dengan penyakit yang sama. Padahal, meski jenis penyakitnya sama dan mungkin juga obat yang diberikan sama. Tapi dosis untuk setiap umur dan jenis kelamin tentu berbeda. Beberapa obat juga berpotensi menimbulkan alergi pada sebagian orang. Itulah mengapa saat meresepkan obat dokter menanyakan apakah memiliki alergi.

Software apotek VMedis untuk membantu pengelolaan apotek

Mengingat betapa riskannya penggunaan salinan resep obat jika tidak sesuai dengan prosedur, Anda sebagai pengelola apotek harus benar-benar melakukan pengawasan. Anda juga harus mengetahui riwayat pembelian konsumen karena bisa saja orang tersebut sudah pernah membeli dengan salinan resep yang sama.

Urusan administrasi apotek terkadang sangat merepotkan sehingga pelayanan kepada konsumen kurang maksimal. Untuk itulah Anda bisa menggunakansoftware apotek VMedis yang akan membantu mengelolan stok obat dan keuangan apotek. VMedis akan membantu Anda mengetahui stok obat yang habis. Sehingga ketika ada konsumen yang mendapat resep dengan obat tersebut, apoteker bisa merekomendasikan obat generik lain yang tersedia.

Dengan VMedis, operasional apotek menjadi lebih mudah. Anda sebagai pemilik juga akan memiliki banyak waktu untuk fokus pada pengembangan bisnis!

Share