4 Kesalahan Manajemen Keuangan yang Sering Terjadi di Apotek

 

Apapun industri bisnis yang sedang Anda geluti, manajemen keuangan pasti memegang peran yang sangat penting dalam keberlangsungan bisnis Anda tersebut. Hal ini juga berlaku untuk Anda yang sedang mengelola bisnis apotek. Tanpa adanya manajemen keuangan yang baik dan rapi, Anda dan tim akan kesulitan untuk mengetahui kondisi finansial apotek Anda yang sebenarnya.

Mungkin selama ini Anda sudah melakukan manajemen keuangan yang Anda anggap baik dan tepat untuk apotek Anda. Namun, apabila Anda merasa bahwa hasilnya belum maksimal, bisa jadi secara tidak sadar Anda telah melakukan beberapa kesalahan berikut ini.

Jarang mencatat transaksi penjualan apotek

Dalam sehari, seberapa banyak transaksi yang terjadi di apotek Anda? Semakin tinggi tingkat transaksi, tentu akan semakin baik untuk keberlangsungan bisnis apotek Anda. Namun, jangan terlalu senang dulu. Ada hal penting yang wajib Anda lakukan, yaitu mencatat setiap transaksi yang masuk. Tidak peduli seberapa banyak transaksi yang terjadi setiap harinya.

Pada banyak kasus, pengusaha apotek biasanya sering menunda-nunda untuk mencatat transaksi penjualan. Mereka menganggap bahwa hal ini merupakan sesuatu yang sepele. Pada akhirnya, ketika harus menyusun laporan keuangan, jumlah angka yang tertera pun tidak sesuai. Belum lagi bukti transaksi yang mungkin sudah hilang entah ke mana. Anda pun bingung dari mana uang masuk dan ke mana Anda mengalokasikannya. Alhasil, manajemen keuangan pun jadi memburuk.

Tidak melakukan penghitungan real cash

Saat sedang melakukan manajemen keuangan, pernahkah Anda menemui jumlah saldo di yang tidak sama di catatan pembukuan dan rekening perusahaan? Hal ini sebetulnya cukup wajar. Entah mungkin karena kurang teliti atau memang ada yang missed, penghitungan di atas kertas memang bisa berbeda dari jumlah uang real-nya.

Inilah mengapa sebelum uang masuk ke rekening, Anda dianjurkan untuk melakukan penghitungan real cash secara rutin. Apabila masih menemukan perbedaan, coba telusuri manajemen keuangan dari satu bulan sebelumnya.

Tidak memiliki admin profesional

Di apotek Anda, tentu ada kasir yang bertugas untuk melayani pembayaran konsumen, bukan? Karena perannya yang memang berhubungan dekat dengan uang, Anda pun memercayakan manajemen keuangan apotek kepada kasir tersebut. Setelah konsumen membayar obat dan uangnya sudah pas dengan tagihan, uang tersebut akan langsung masuk laci atau rekening—tergantung dari jenis pembayaran yang dilakukan.

Namun, Anda tidak bisa mengandalkan manajemen keuangan apotek pada kasir. Dibutuhkan seorang admin profesional untuk mengelolanya. Biarkan kasir fokus melayani pelanggan, sedangkan admin bertugas mencatat segala pemasukan dan pengeluaran keuangan di apotek. Dengan pengawasan seperti ini, manajemen keuangan apotek Anda tentu bisa menjadi lebih baik.

Tidak mengadakan evaluasi secara rutin

Mungkin selama ini Anda merasa sudah melakukan manajemen keuangan dengan baik. Anda selalu mencatat transaksi, bayar dan lapor pajak, dan sebagainya. Namun, hal tersebut tidak dapat dipastikan kecuali Anda mengadakan evaluasi keuangan secara rutin. Anda bisa melakukannya setiap sebulan sekali, per tiga bulan, atau mungkin per enam bulan. Tergantung dari kebutuhan Anda.

Dengan adanya evaluasi rutin, Anda bisa membandingkan pemasukan dan pengeluaran bisnis apotek pada periode ini dengan periode sebelumnya. Misalnya, jika ternyata pemasukan bulan ini lebih sedikit dari bulan lalu, Anda bisa melakukan analisis untuk mencari tahu penyebabnya. Jadi, Anda pun dapat segera mengambil tindakan yang tepat dan cepat untuk mengatasinya.

Share