4 Jenis Surat Pesanan Obat yang Wajib Diketahui oleh Apoteker

4 Jenis Surat Pesanan Obat

Memahami setiap jenis surat pesanan obat memang sudah kewajiban yang harus dilakukan oleh apoteker. Namun, pada praktiknya masih ada saja kesalahan yang dilakukan ketika proses pembuatan surat pesanan obat, termasuk akibat human error.

Bagi Anda yang mungkin masih awam dengan jenis surat pesanan obat, yang terdiri dari surat pesanan untuk obat bebas, obat keras, hingga obat-obatan jenis narkotika dan psikotropika, berikut penjelasannya.

Obat bebas dan obat-obatan tertentu

Jenis surat pemesanan obat yang pertama adalah obat bebas dan jenis tertentu. Untuk jenis obat bebas terbagi menjadi dua, yakni bebas dan bebas terbatas. Obat bebas adalah obat yang djual bebas di pasaran dan bisa dibeli tanpa harus menggunakan resep dokter. Beda halnya dengan obat bebas terbatas, yang mana dosis dan penjualannya harus dengan resep dokter dan disertai dengan peringatan, baik mengenai dampak dan efek sampingnya.

Obat prekursor

Surat pesanan obat kedua adalah untuk surat obat prekursor. Pemberiannya tidak bisa dilakukan secara sembarangan dan obat-obatan jenis ini bisa dibeli di apotek namun harus dengan resep dokter yang sudah berpengalaman.

Biasanya, apoteker akan memberitahukan kepada pembeli obat tersebut, siapa dokter yang berhak memberikan resep obat sesuai dengan kebutuhan. Hal ini dilakukan untuk mengindari sesuatu yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Secara umum, obat prekursor adalah obat yang berbahan dasar kimia yang dapat digunakan sebagai bahan baku obat narkotika dan psikotropika. Dalam dunia medis, prekursor ini dapat digunakan sebagai bahan baku untuk keperluan proses industri obat-obatan.

Cara Buat Surat Pesanan Obat Prekursor,Psikotropika,Narkotika, Obat Bebas dan Obat Tertentu dengan VMEDIS

Obat narkotika

Mungkin Anda sudah tidak asing dengan istilah narkotika, namun banyak masyarakat kerap kali menyandingkan narkotika dengan hal berbau kriminal. Padahal, narkotika sendiri merupakan jenis obat dalam dunia medis yang juga sangat penting. Pada dasarnya, obat jenis narkotika adalah yang berasal dari tanaman maupun bukan tanaman, baik yang sintetis dan bukan sintetis.

Obat ini dapat menyebabkan menurunnya tingkat kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi, dan menghilangkan rasa nyeri. Bahkan obat ini dapat menyebabkan ketergantungan. Oleh karena itu, apoteker sebaiknya berhati-hati dalam memberikan jenis surat pesanan ini dan harus dengan resep yang sudah dianjurkan oleh dokter. Apabila tidak ada resep dokter, bisa saja obat tersebut disalahgunakan untuk hal-hal negatif.

Obat psikotropika

Selanjutnya adalah surat untuk pesanan obat jenis psikotropika. Pada dasarnya, obat psikotropika adalah obat keras baik secara alamiah maupun sintetis bukan narkotika. Obat jenis ini memberikan khasiat pada psikoaktif melalui pengaruh selektif terhadap susunan saraf pusat.

Nah, kondisi ini bisa menyebabkan perubahan tidak hanya pada perilaku seseorang, tapi juga aktivitas mentalnya. Sama seperti obat keras lainnya, di sini apoteker perlu berkoordinasi dengan dokter untuk memberikan takaran atau dosis yang sesuai dengan kondisi pasien. Bila dosis dan takaran tidak sesuai, bahkan hingga berlebihan, akan berpengaruh besar terhadap kondisi saraf pasien ke depannya.

Jadi, dengan memahami masing-masing jenis surat pesanan obat, maka setiap apoteker kini dapat bekerja lebih optimal dalam menyiapkan obat-obat yang dipesan pelanggan. Untuk lebih meningkatkan efisiensi waktu dan menghindari terjadinya human error dalam pembuatan jenis surat pesanan obat.

Anda juga bisa memanfaatkan layanan software apotek terbaik dan satu-satunya di Indonesia, Vmedis. Software apotek ini memberikan kemudahan kepada para apoteker dalam melihat jenis pesanan obat secara otomatis dan mudah. Jadi, para apoteker bisa menghindari kesalahan dalam memilihkan obat untuk pasien atau konsumen.

Bila menggunakan software apotek Vmedis ini, Anda bisa langsung masuk dalam fitur ‘Data Golongan Obat’. Dalam fitur tersebut, Anda bisa melihat mana saja obat yang termasuk obat bebas, obat keras, narkotika, dan psikotropika. Jadi, tunggu apa lagi, gunakan software Vmedis sekarang juga untuk pelayanan terbaik apotek Anda.

Share